Konsep Simulasi Digital Untuk SMK
SIMULASI DIGITAL
Upaya Mengomunikasikan Gagasan atau Konsep
Melalui Presentasi Digital
A. Latar Belakang
Teknologi informasi telah merambah pada hampir seluruh spektrum kehidupan manusia.
Percepatan perkembangan teknologinya semakin meningkat secara berlipat sebagai akibat
pertumbuhan pembaharuan dan penyelarasan kebutuhan manusia.
Pada tataran penggunaan teknologi sebagai media pengelolaan informasi, teknologi informasi
telah mulai diajarkan bagi siswa SMK sejak tahun 2000, dalam kemasan Mata Pelajaran
Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI). Mata pelajaran “KKPI”, dalam
sebutan nama mata pelajaran lain sejenis, juga mulai tumbuh pada jenjang pendidikan di
bawah dan yang setingkat dengan SMK.
Pengenalan fungsi komputer bagi siswa dan terutama, mahasiswa, serta masyarakat luas sudah
lebih dari sekadar pengelolaan informasi sebagai langkah awal mendapatkan informasi lebih
cepat. Siswa pada jenjang pendidikan menengah di lokasi tertentu, kota besar atau sekolah
yang sudah memberikan mata pelajaran “KKPI”, tidak dapat menunggu lebih lama lagi untuk
memanfaatkan kemudahan dan percepatan teknologi informasi, terlebih pada masa yang sudah
memasuki era digital. Pertumbuhan dan percepatan teknologi harus dimanfaatkan. Justru
pemanfaatan kemudahan dan percepatan teknologi informasi ini akan menjadi bumerang yang
merugikan siswa bila tidak diarahkan pada materi yang bermanfaat bagi siswa dan masyarakat
luas.
Pada tataran pengelolaan informasi untuk mendapat informasi lebih cepat, mata pelajaran KKPI telah berhasil mengubah kesadaran siswa memasuki era informasi. Kesadaran tersebut masih
bersifat pasif, masih sebagai penerima informasi. Peningkatan tataran ini adalah kesadaran
menggunakan teknologi informasi sebagai media berbagi (sharing) informasi kepada pihak lain.
Di luar kendali pendidikan, media sosial juga berkembang cepat dan justru lebih merebak,
sangat luas.
Karya-karya digital demikian dekatnya dengan, bahkan masuk dalam, kehidupan kita tanpa kita
sadari pada masa sekarang. Pemanfaatan digitalisasi tersebut harus diberi warna pendidikan.
Salah satu bentuk karya digital tersebut adalah buku digital yang nirkertas, yang justru dapat
diperkaya dengan media dengar-pandang (audio-visual).
B. Berbagi Informasi
Berbagi informasi merupakan kebutuhan semua orang. Di dunia pendidikan, bagi guru, berbagi
informasi kepada siswa merupakan tugas pokok, di samping tugas menunjukkan cara
memperoleh informasi. Bagi siswa, berbagi informasi merupakan media mengomunikasikan
gagasan atau konsep kepada pihak lain. Terlebih lagi bagi siswa SMK, mengomunikasikan
gagasan atau konsep menjadi semakin penting, hampir sama pentingnya dengan gagasan atau
konsep yang didapat sebagai solusi untuk mengatasi masalah.
Mengomunikasikan gagasan atau konsep dengan cara yang lebih baik dan bermanfaat bagi
masyarakat luas menjadi nilai ‘yang menjual (marketable)’ bagi penggagas atau pembuat
konsep. Gagasan tersebut dapat berupa produk benda jadi atau peningkatan pelayanan yang
lebih baik.
C. Pelaksanaan Pembelajaran pada SMK
Berbagai upaya tersebut, bagi siswa SMK dikemas dalam Mata Pelajaran Simulasi Digital pada
Kurikulum 2013. Mata pelajaran ini menjadi bagian dari Kelompok Kejuruan, pada subkelompok
Dasar Kompetensi Kejuruan.
Bentuk akhir yang terukur dari mata pelajaran ini adalah:
1. Keterlibatan siswa dan guru dalam kelas maya yang memanfaatkan ‘media sosial
terbatas’.
2. Presentasi gagasan produk benda jadi atau konsep layanan lain dalam bentuk ‘buku
digital’ yang nirkertas dan dilengkapi media dengar-pandang.
Kompetensi terukur sebagai hasil pembelajaran mata pelajaran ini disebut Kompetensi Simulasi
Digital. Kompetensi ini terdiri atas 5 subkompetensi, masing-masing adalah:
• K1 : Melakukan komunikasi online
• K2 : Keikutsertaan dalam pembelajaran menggunakan jejaring sosial untuk
pembelajaran
• K3 : Membuat presentasi video
• K4 : Membuat simulasi visual
• K5 : Digitalisasi materi menjadi buku/laporan digital
Setiap subkompetensi berisi uraian kegiatan yang pada dasarnya terdiri atas:
- Menemutunjukkan (mengidentifikasi) pengertian, fungsi, dan tujuan subkompetensi.
- Menemutunjukkan komponen pembentuk subkompetensi, dan perangkat yang
diperlukan.
- Melakukan proses pekerjaan.
- Melakukan tindak lanjut dan perlakuan (treatment) atas hasil yang diperoleh.
Post a Comment for "Konsep Simulasi Digital Untuk SMK"
Berkomentarlah dengan baik